Meski kau bukan milikku, Hatiku untukkmu

Sungguh kita sering dikuasai oleh “rasa memiliki”. sedemikian dalam penguasaan itu, sehingga banyak yang terpukul, jatuh atau bahkan hancur karena rasa memiliki – atas apa saja yang ada. Tak jarang “aroma” serakah turut memperkuat. Kuatnya rasa memiliki akan menjadikan kita selalu merasa kehilangan, bahkan takut akan kehilangan.
Wahai istriku … anakku atau siapapun kamu … “engkau sungguh bukan milikku” aku tidak punya hak atasmu. aku hanya berkewajiban menyayangi, mengasihi memberikan seluruh HATIKU atas tuntunanNYA.

Tentang abdulwahidilyas

abdul wahid, staf pengajar di Fak. Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, beralamat di Jl. Candi Prambanan VI/1444 Kalipancur Semarang
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s