Konsep tentang mati atau tentang hidup?

 Inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun selalu diungkapkan ketika menyaksikan kematian. “Sesungguhnya kita berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah” mestinya lebih banyak kita renungkan-pahami-terapkan pada saat kita masih hidup. Pada hakikatnya manusia ini miskin-fakir-papa, mengapa harus berlagak kaya? mengapa takut kehilangan harta? Jika segala sesuatu yang ada pada diri kita ini berasal atau milik Allah, sementara kita hanya dititipi atau pinjam, mestinya kita merawat dan memperlakukan pinjaman itu dengan baik -sesuai keinginan-Nya, dan mestinya kita kembalikan kepadaNya (untuk berjuang dijalan-Nya) sebanyak mungkin (bahkan jika perlu semua). Dan hal (kesempatan) itu … hanya bisa dilakukan ketika manusia masih hidup

Tentang abdulwahidilyas

abdul wahid, staf pengajar di Fak. Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, beralamat di Jl. Candi Prambanan VI/1444 Kalipancur Semarang
Pos ini dipublikasikan di character building. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s